Senin, 29 Februari 2016

Wisata Religi Manaqib Qubro Istiqlal Mulai Menarik Wisman

Wisata Religi Manaqib Qubro Istiqlal Mulai Menarik Wisman

JAKARTA, Langkah Menpar Arief Yahya untuk membuka keran wisata religi ke Indonesia direspons positif. Seperti program Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal, Jakarta mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah. Puluhan ribu muslim hadir dalam wisata religi tersebut.
Dzikir Nasional Manaqib Qubro di Masjid Istiqlal benar-benar dipenuhi puluhan ribu orang. Ada yang datang dari wilayah Priangan Timur seperti wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sumedang, Subang dan Bandung, Rombongan ini menggunakan berbagai bus. Semua berbaur, saling berdesakan, mengantre hanya untuk mendapatkan air wudlu dan beristirahat sejenak dengan rangkaian salat sunah, menunggu datangnya Adzan Shubuh.
Kepadatan jamaah bukan berasal dari wilayah Priangan saja. Ada juga warga Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Palembang ikut masuk ke Istiqlal. Itu belum termasuk wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapura. Mereka seolah begitu bersemangat, sehingga tak mempedulikan berbagai antrean di semua area.
“Masih ada potensi yang tersembunyi untuk digali, diperkuat dan dioptimalkan dari wisata religi. Mudah-mudahan even wisata religi di DKI Jakarta bisa menjadi prioritas unggulan yang dapat menyumbangkan pergerakan pariwisata di Jakarta dan sekitarnya. Dengan begitu akan terbangun citra positif bagi pariwisata DKI Jakarta yang tidak hanya menyajikan wisata yang bersifatentertainment, rekreatif dan hingar-bingar semata, tetapi dapat menjadi destinasi unggulan wisata religi. Khususnya Masjid Istiqlal Jakarta,” jelas Menpar Arief Yahya.
Menurut Arief Yahya, pergerakan wisata religi berdampak sangat baik bagi perekonomian. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165 persen perjalanan wisata yang didasarkan pada wisata religi. Dan yang lebih penting lagi, wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia.
Ada beberapa penceramah yang tampil di Dzikir Nasional Manaqib Qubro, Masjid Istiqlal. Antara lain pendiri sekaligus sesepuh Ponpes Sirnarasa, Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Al Maslul alias Abah Gaos, Ketua Yayasan Ponpes Sirnarasa, KH Dadang Mulyawan yang tak lain menantu dari Abah Gaos, dan penceramah kondang KH Jujun Junaedi.
KH Jujun Junaedi mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri menjadi bangsa yang siap memenangkan persaingan di pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita jangan cuma jadi pasar atau jadi tempat pemasaran produk bangsa-bangsa lain di era MEA. Kita harus jadi bangsa yang pintar dan produktif agar tidak jadi penonton,” imbau penceramah yang kerap tampil di layar kaca itu. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar